Cara Mengeluarkan Ingus Pada Bayi, Kenali Cara Mudahnya

3 min read

Cara Mengeluarkan Ingus Pada Bayi

Cara mengeluarkan ingus pada bayi sebaiknya diketahui oleh setiap bunda mengingat bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun belum bisa mengeluarkan ingusnya sendiri. Sebenarnya di apotik ada alat untuk menghisap ingus yang disebut dengan nasal aspirator. Meski demikian, alat ini juga tidak mampu untuk membersihkan bagian hidung bayi dengan sempurna. Selain itu juga sulit untuk dibersihkan.

Cara Mengeluarkan Ingus Pada Bayi

Cara lain yang biasa digunakan untuk mengeluarkan ingus adalah dengan minyak pelega pernapasan yang kemudian diteteskan di bagian baju si kecil. Metode lainnya adalah dengan meneteskan cairan garam atau saline dengan menggunakan pipet ke dalam hidung bayi sehingga ingus bayi akan menjadi cair sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Cara tradisional yang lebih baik adalah dengan menyedot hidung bayi dengan menggunakan mulut.

Cara mengeluarkan ingus pada bayi dengan menyedot bagian hidung bayi memungkinkan bunda untuk mengatur kuat ringannya kadar hisapan sehingga lebih maksimal untuk melegakan pernapasan bayi. Yang terpenting adalah bunda jangan sampai menyedot dengan terlalu keras agar tidak melukai hidung bayi sembari menjaga agar tidak ikut terkena pilek.

Baca Juga : Cara Mpasi 6 Bulan Homemade

Cara-cara lain untuk membersihkan ingus pada bayi:

  • Menyedot ingus

Bunda bisa menggunakan penyedot ingus khusus untuk bayi yang berbentuk seperti pipet atau pipa lembut dengan ujung berupa karet penyedot. Merek yang umum tersedia adalah chicco, pigeon, dreambaby dan lainnya.  Pertama-tama, bersihkan bagian alat yang akan dimasukkan ke hidung bayi dengan alat steril botol atau kapas yang sudah diolesi alkohol dengan kandungan 70 persen.

Jangan lupa untuk memastikan bayi dalam keadaan tenang agar alat bisa masuk dengan tepat. Selain itu, jangan sampai memasukkan alat terlalu dalam. Saat dimasukkan, alat penyedot harus ditekan baru kemudian dilepas dengan perlahan saat sudah berada di bagian dalam hidung bayi. Bunda harus benar-benar melakukannya dengan lembut agar jangan sampai menimbulkan iritasi di bagian hidung bayi.

  • Meneteskan NaCl atau larutan garam murni

Bunda bisa mendapatkan larutan obat tetes NaCl fisiologis di apotik. Larutan ini sangat efektif untuk memperlancar sumbatan di bagian hidung bayi. Selain itu, larutan ini juga mampu mengencerkan ingus agar kemudian lebih mudah untuk dikeluarkan. Cukup masukkan sedikit bagian ujung pipet dan teteskan 20 ml larutan ini dengan lembut.

Bunda juga bisa mencoba untuk membuat sendiri larutan NaCl dengan melarutkan ¼ sendok teh garam bersama dengan ½ gelas air hangat. Begitu ingus encer maka bunda bisa mulai mengeluarkannya dengan menggunakan penyedot ingus yang khusus untuk digunakan bayi.

  • Menggunakan obat saline pada hidung

Saline adalah sejenis obat semprot hidung yang berguna untuk mengurangi produksi lendir yang menyumbat hidung. Untuk mendapatkan hasil yang efektif, sebaiknya bunda menggunakan obat ini saar posisi bayi sedang berbaring. Cukup posisikan kepala bayi sedikit mendongak dan semprotkan obat sebanyak 2 sampai dengan 3 kali melalui lubang hidung bayi. Saline dalam bentuk tetes juga bisa digunakan untuk mengurangi lendir.

Setelah itu baru baringkan bayi dan dongakkan bagian kepalanya. Baru kemudian teteskan obat saline di masing-masing lubang hidung bayi sebanyak 2 sampai dengan 3 kali. Tunggu selama lebih kurang 60 detik sampai lendir atau ingus keluar. Biasanya, proses keluarnya lendir ini akan diiringi dengan bersin atau batuk pada bayi.

  • Menggunakan Bulb Syringe

Alat penyedot ingus pada bayi ini bisa dijadikan alternatif bantuan jika lendir atau ingus tidak juga keluar meskipun telah menggunakan obat tetes ataupun semprot. Meski demikian, penggunaan alat penyedot ini hanya disarankan untuk digunakan bagi bayi dengan usia di bawah 6 bulan. Alat ini juga bisa dikombinasikan dengan obat tetes. Gunakan obat tetes terlebih dahulu baru kemudian gunakan alat penyedot agar proses pengeluaran lendir yang menyumbat bisa lebih cepat.

Cara penggunaan alat ini cukup mudah yaitu dengan memencet bagian yang menggembung. Baru kemudian masukkan pipet ke bagian hidung anak. Setelah itu baru lepaskan bagian yang menggembung. Cara ini sangat membantu agar ingus bisa tersedot ke dalam pipet sehingga si kecil tidak akan lagi tersiksa dari gangguan ingus yang menyumbat pernafasannya.

  • Bersihkan lendir ataupun ingus di bagian luar hidung bayi

Tidak hanya lendir atau ingus di bagian dalam hidung bayi yang perlu untuk dibersihkan. Area di bagian luar hidung juga perlu untuk dibersihkan. Hal ini dikarenakan lendir ataupun ingus yang tidak dibersihkan akan mengering dan mengeras sehingga mengganggu proses pernafasan bayi. Kita bisa mencoba untuk membersihkan ingus atau lendir di bagian luar hidung bayi dengan menggunakan kapas ataupun tisu yang sudah dibasahi dengan air hangat.

  • Gunakan humidifier atau mesin pelembap udara

Humidifier mampu membuat udara di dalam ruangan menjadi lebih hangat dan lembab sehingga akan mencegah lendir ataupun ingus menjadi keras di dalam hidung. Jika cara ini dianggap kurang efektif maka bisa menambahkan penggunaan nebulizer.

  • Lakukan pijatan lembut di area sekitar hidung bayi

Berikan pijatan lembut di bagian hidung dan sekitarnya. Pijatan semacam ini bisa membantu bayi lebih lega untuk bernafas sekaligus mengeluarkan lendir. Setelah itu baru bersihkan area hidung dari lendir atau ingus yang mengering dengan bantuan cotton bud basah. Yang perlu diingat oleh bunda hanyalah tidak memasukkan cotton bud terlalu dalam di bagian hidung bayi.

  • Menggunakan balsem pelega pernafasan

Kita bisa menggunakan balsem pelega pernafasan khusus untuk bayi yang terdapat di apotik seperti transpulmin. Cukup oleskan di bagian dada, leher dan punggung dibarengi dengan pijatan lembut. Uap dari balsem ini akan membantu melegakan hidung bayi yang tersumbat. Cara lain untuk membantu pernapasan bayi yang tersumbat adalah dengan menggunakan minyak kayu putih yang diteteskan ke dalam mangkuk air panas dan diletakkan di salah satu sudut ruangan. Area yang paling efektif untuk meletakkan mangkuk ini adalah area kamar tidur. Uap dari kayu putih cukup efektif untuk membersihkan udara dari virus influenza.

  • Memberikan tepukan lembut di bagian belakang bayi

Kondisi hidung dan pernafasan yang tersumbat biasanya akan membuat bayi merasa tidak nyaman dan rewel. Untuk mengatasinya, bunda bisa memberikan tepukan perlahan yang lembut di bagian punggung bayi. Tepukan seperti ini akan sangat efektif untuk membantu mengencerkan dan mengeluarkan lendir atau ingus yang menyumbat bagian dalam hidung bayi.

  • Atur posisi tidur bayi

Kita bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan bayi dengan cara melakukan pengaturan posisi kepala bayi. Pastikan posisi kepala bayi lebih tinggi sehingga akan memudahkannya untuk menghirup udara. Posisi kepala yang lebih tinggi juga bisa mencegah lendir dan ingus tidak menggumpal di bagian dalam hidung. Selain itu, pastikan kebutuhan bayi akan cairan tetap terpenuhi agar lendir tidak menyumbat pernafasan bayi.

  • Hindari memencet bagian hidung bayi

Kondisi hidung bayi masih sangat sensitif dan rentan. Selain itu lubang hidungnya juga masih sangat kecil. Untuk itu sebaiknya bunda tidak memencet bagian hidung bayi karena justru akan memicu lendir atau ingus semakin memasuki rongga sinus yang berlokasi di bagian kiri dan kanan hidung. Akibatnya, bayi justru akan bisa terkena sinusitis. Disinilah pentingnya bunda memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara mengeluarkan ingus pada bayi.

Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *