Cara Mengatasi Bayi Sembelit dan Ketahui Penyebabnya

3 min read

Cara mengatasi bayi sembelit

Cara mengatasi bayi sembelit berbeda-beda pada setiap bayi. Hal ini mengingat jadwal buang air setiap bayi memilih perbedaan. Bahkan pada bayi yang sama-sama  menyusu air susu ibu juga tidak sama. Bayi yang satu mungkin akan buang air besar 1 kali dalam seminggu sedangkan bayi menyusu ASI lainnya justru akan langsung buang air setelah menyusu. Bunda harus mengamati siklus buang air bayi untuk memastikan bahwa dia memiliki sistem pencernaan yang sehat dan juga teratur.

Cara mengatasi bayi sembelit

Meski bayi yang  menyusu ASI jarang terkena sembelit namun bunda tetap harus berhati-hati dan  juga mencermati rutinitas buang air besar bayi untuk memantau kinerja  sistem cernanya. Biasanya, bayi yang  mengalami  masalah sembelit akan memiliki  feses yang liat dan cenderung tidak encer. Begitu bayi  mulai mengkonsumsi MPASI maka biasanya pola buang air besarnya juga akan berubah. Perubahan ini meliputi berubahnya jadwal buang air, warna dan juga konsistensi feses.

Cara mengatasi bayi sembelit, kenali  jadwal normal BAB bayi

Saat bayi baru lahir sampai dengan usia 3 hari maka fesesnya  cenderung memiliki warna yang gelap seperti ter yang kerap disebut juga dengan meconium. Begitu usianya mencapai sekitar 2 sampai dengan 6 minggu maka frekuensinya ada di 2 sampai dengan 5 kali dalam sehari. Bahkan beberapa bayi mungkin akan buang air dengan frekuensi yang jauh lebih banyak. Saat usianya lebih dari 6 minggu sampai dengan 4 bulan maka si kecil akan buang air besar sebanyak 3 sampai dengan 4 kali dalam sehari.

Begitu mulai  mengkonsumsi MPASI maka frekwensi ini akan berkurang menjadi sekitar 1 kali dalam sehari. Perubahan pada konsistensi dan frekuensi buang air besar bayi sendiri akan sangat dipengaruhi oleh pertambahan usia. Seiring dengan bertambahnya usia maka feses bayi akan menjadi  semakim lembut dengan warna yang juga akan semakin cerah. Bayi di bawah usia 6 bulan yang buang air besar kurang dari 2 kali dalam 1 hari bisa saja tidak di golongkan sebagai bayi yang mengalami sembelit asalkan:

  • Memiliki frekuensi buang air kecil yang sering
  • Kenaikan berat badannya tergolong normal

Mengenali tanda-tanda sembelit pada bayi:

  • Tidak buang air besar dalam jangka waktu yang lama
  • Bayi tidak mengeluarkan feses dengan warna kuning terang sampai hitungan hari yang kelima
  • Bayi mengalami kesulitan saat mengeluarkan feses
  • Tekstur feses pada bayi cenderung keras
  • Adanya noda darah yang menempel pada feses bayi. Pendarahan ini disebabkan karena buang air besar dengan jenis feses yang keras akan memicu keregangan pada dinding anus. Secara otomatis, hal ini akan memicu terjadinya pendarahan saat bayi mengeluarkan feses.
  • Bayi membuat ekspresi mengejan atau ngeden dengan kondisi perut yang kaku dan sakit saat disentuh. Hal ini biasanya akan menjadi pertanda bahwa bayi memiliki masalah pada ususnya.
  • Bayi menolak menyusu atau makan MPASI. Biasanya bayi yang menolak untuk makan ataupun menyusu dikarenakan tidak adanya kotoran yang bisa keluar dari perutnya. Hal ini sendiri akan membuat bayi merasa tidak nyaman dan malas untuk makan apapun.
  • Bayi melengkungkan punggung dan juga mengencangkan pantatnya serta menangis saat buang air besar.

Sebab-sebab terjadinya sembelit pada bayi:

Faktanya, bayi yang meminum susu formula akan memiliki resiko terkena sembelit yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan  susu formula akan memproduksi feses dengan tekstur yang lebih keras dan juga padat dibandingkan dengan bayi yang menyusu ASI. Potensi sembelit akan semakin tinggi jika bayi memiliki intoleransi atau alergi protein dan nutrisi pada susu formula.

bayi sembelit

Ibu yang mengkonsumsi olahan susu juga bisa meningkatkan resiko terjadinya sembelit. Hal ini dimungkinkan karena protein dan nutrisi pada produk olahan susu akan ikut terserap oleh bayi melalui air susu ibu. Oleh  karena itu, bunda sebaiknya menghindari pemberian  produk  olahan susu dengan kadar protein yang tinggi. Bagi bayi yang sudah mulai mengenal MPASI maka jenis makanan  berserat tinggi seperti saus  apel dan juga pisang juga akan memicu sembelit.

Bagi bayi yang  mulai mengkonsumsi  makanan pendamping ASI maka sebaiknya  diberikan satu  jenis  makanan tertentu terlebih dahulu. Setidaknya  harus ada jeda sebelum memperkenalkannya dengan  jenis makanan yang lain. Hal ini penting untuk mengetahui apakah suatu jenis makanan itu  menimbulkan alergi dan mengakibatkan sembelit pada bayi atau tidak.

baca juga : Cara  Mengatasi Bayi Kuning

Cara mengatasi bayi sembelit:

  • Bagi bayi yang mengkonsumsi air susu ibu sebaiknya bundalah yang mencoba untuk mengubah pola konsumsi dan asupan makanannya.
  • Bagi bayi yang mengkonsumsi susu  formula bisa mencoba untuk mengubah merek susu formula yang dikonsumsi.
  • Beri asupan air putih 1 kali dalam sehari bagi bayi yang menyusu ASI
  • Berikan tambahan konsumsi jus buah tanpa bahan tambahan apapun. Cukup berikan jus buah dengan perbandingan 60 ml buah yang dicampur dengan air. Buah  yang  bisa dijadikan pilihan sendiri antara lain pir, apel ataupun plum. Faktanya, bayi tidak akan bisa  mencerna gula di dalam kandungan jus sehingga akan sangat membantu untuk melunakkan feses bayi.
  • Berikan asupan MPASI awal yang sesuai seperti bubur Pisang meski banyak digunakan ternyata  bisa  menyebabkan sembelit.
  • Berikan cincangan  buah apel, buah pir  ataupun bayam. Semua  bahan makanan ini dikenal sebagai obat sembelit yang alami  karena  dapat melunakkan tinja sekaligus meredakan sembelit.
  • Bayi yang mengkonsumsi air susu ibu memerlukan bantuan ibu untuk meredakan sembelitnya. Bunda bisa mengkonsumsi lebih banyak air putih sekitar 6 sampai dengan 7 gelas per hari dengan tambahan jus apel. Konsumsi makanan yang mengandung serat seperti buah dan sayuran juga akan sangat membantu.
  • Hindari pemberian pisang yang belum cukup matang. Pisang yang masih mentah atau belum benar-benar matang sangat rentan  menyebabkan sembelit. Pemberian telur juga sebaiknya dihindari pada bayi di bawah usia 12 bulan karena bisa mengikat usus besar.

Kenali pola buang air besar normal pada bayi yang mengkonsumsi air susu ibu:

Bayi yang menyusu air susu ibu biasanya akan mengalami penurunan frekuensi buang air besar seiring dengan pertambahan  usianya. Bayi yang berusia  lebih dari 6 minggu biasanya akan buang air kurang dari 5  kali dalam sehari. Bahkan mungkin ada bayi  yang hanya buang air 1 kali dalam  sehari. Tidak hanya itu, ada juga bayi yang hanya buang air 1 kali dalam seminggu meski dengan volume yang sangat banyak.

Meski frekuensi buang air besarnya banyak mengalami penurunan namun tidak bisa secara langsung dikategorikan mengalami masalah pencernaan. pola buang besar bayi masih terbilang normal selama kenaikan berat badan bayi masih dalam tahap ideal dan sering buang air kecil. Bagi bayi yang sudah  mengkonsumsi MPASI juga akan mengalami perubahan tertentu. Feses bayi akan menjadi lebih padat dengan bau yang lebih  menyengat. Untuk itu, bunda perlu mencermati apakah bayi memang terkena sembelit sebelum menemukan cara mengatasi bayi sembelit.

Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *