Cara Mengatasi Bayi Kuning pada Bayi Baru Lahir

4 min read

tanda bayi kuning yang normal

Cara mengatasi bayi kuning haruslah dilakukan dengan bantuan tenaga medis yang profesional. Penyakit bayi kuning ini sendiri umumnya terjadi dalam waktu 2 sampai dengan 3 hari setelah bayi dilahirkan.  Kondisi ini dialami bayi dengan tingkat bilirubin yang cukup tinggi di dalam darahnya. Bilirubin sendiri adalah zat kuning yang diproduksi oleh tubuh  saat harus  menggantikan sel darah merah.

Penyakit kuning ini dianggap sebagai hal yang normal bagi bayi baru lahir. Meski demikian tetap saja  bayi akan membutuhkan pengawasan ahli medis. Faktanya, ari-ari akan mengambil bilirubin saat janin masih  dalam kandungan. Begitu sudah lahir maka bayi akan membutuhkan waktu sampai  nanti tubuhnya bisa melakukan proses ini sendiri  dengan sempurna.  Begitu bayi semakin besar maka jumlah sel darah  merahnya akan berkurang dan tingkat kekuningan juga akan berkurang.

Cara mengatasi bayi kuning
photo by : https://www.flickr.com/photos/[email protected]/32971073298

Waktu yang dibutuhkan oleh bayi untuk  mengurangi jumlah sel darah merah dan juga tingkat kekuningan sendiri adalah sekitar 1 sampai dengan 2 minggu. Biasanya, bayi kuning di  baagian wajahnya lalu dada, perut serta tangan dan juga kakinya. Sayangnya,  bayi yang berkulit gelap lebih susah untuk dideteksi  mengingat kondisi bayi kuning yang dialaminya hanya bisa dipastikan jika dilihat di bawah  sinar matahari.

Dokter atau ahli medis lainnya biasanya akan melakukan serangkaian tes darah untuk memastikan jumlah bilirubin dalam darah. Jika kadarnya cukup tinggi maka bisa dipastikan bahwa bayi mengalami  penyakit bayi kuning. Berdasarkan hasil dari tes inilah maka tindakan  medis  yang tepat berikutnya akan ditentukan. Tes darah sendiri memegang peranan vital untuk bisa menemukan  cara mengatasi penyakit bayi kuning yang paling tepat.

Cara mengatasi bayi  kuning, kenali sebabnya terdahulu:

  • Kelebihana bilirubin dalam darah

Kelebihan bilirubin atau unsur kuning dalam darah adalah hal  yang paling umum menjadi penyebab bayi terkena sakit kuning. Hal ini dikarenakan bayi memiliki kandungan sel  darah yang tinggi sehingga menrangsang produksi bilirubin. Bilirubin sendiri adalah istilah untuk substansi yang  terbentuk saat sel-sel darah merah tua dihancurkan.

Umumnya bayi akan mengalami sakit kuning fisiologis akibat habatan dalam proses pembuangan bilirubin akibat organ hati yang belum berkembang dengan sempurna. Kondisi ini sendiri biasanya akan tampak dalam 24 jam setelah bayi dilahirkan lalu semakin memburuk dalam 4 hari. Akhirnya, kondisi ini akan membaik setelah bayi  berusia 1 minggu.

  • Sepsis pada bayi
  • Adanya infeksi pada darah atau sistem urin.
  • Serangan bakteri
  • Akibat adanya pendarahan internal
  • Terjadinya kerusakan organ hati
  • Adanya kekurangan pada enzim tertentu
  • Kondisi sel darah merah pada bayi tidak normal sehingga akan mudah rusak
  • Adanya ketidakcocokan golongan darah serta rhesus ibu dan bayi
  • Bayi memiliki masalah pada sistem pencernaannya.
  • Bayi yang dilahirkan prematur atau lahir sebelum berusia 37 minggu karena sistem livernya biasanya belum bisa berfungsi dengan sempurna
  • Bayi yang lahir dalam keadaan memar akibat proses persalinan
  • Bayi yang menderita pembekuan darah superfisial di bagian kepalanya
  • Bayi yang sulit untuk mengkonsumsi air susu bayi
  • Antibody di dalam tubuh ibu menyerang sel darah merah di tubuh bayi
  • Kondisi medis turunan yang lazim disebut defisiensi G6PD aatau kelainan enzim di dalam tubuh yang seharusnya membantu sel darah merah bayi bisa berfungsi dengan normal.
  • Bayi yang memiliki kelainan pada saluran empedunya

 

Cara  mengatasi bayi kuning akibat kadar bilirubin yang tinggi

Kadar bilirubin yang tinggi pada  sel darah merah bayi akan  menembus otak, merusak sel-sel  otak dan memicu terjadinya ensefalopati akut. Jika kasus ini yang terjadi  maka biasanya akan ada beberapa gejala umum yang muncul seperti demam, muntah, lesu, susah bangun  tidur, susah minum ASI, kulit menjadi kuning, rewel, leher serta punggungnya melengkung ke arah belakang.

Begitu tanda-tanda ini terjadi  maka bunda sebaiknya segera meminta bantuan dokter untuk mendapat penanganan agar tidak terjadi kerusakan yang permanen di bagian otak dan kernicterus. Cara  mengatasi bayi dengan kasus ini adalah dengan fototerapi, pemberian asupan yang cukup  agar membantu mengeluarkan bilirubin dalam darah sekaligus mencegah kenaikannya. Susui bayi dnegan ASI 8 sampai dengan 12 kali selama 1 hari. Bagi yang minum susu formula maka bisa diberikan 6 sampai 10 botol dalam 1 hari.

tanda bayi kuning yang normal
photo by https://www.pexels.com/id-id/foto/1296716/

Bunda juga harus mengamati  kondisi bayi lebih sering. Teliti bagian putih bola  mata ataupun kulit sebanyak 2 kali sehari untuk memastikan kondisi bayi sudah kembali  ke normal atau bahkan lebih parah. Meski biasanya bayi kuning bisa diatasi dengan  menjemur bayi di bawah sinar matahari namun akan lebih baik jika mencari  penanganan medis di rumah sakit.

 

Tipe-tipe penyakit kuning pada bayi:

  • Kuning fisiologis

Kuning fisiologis adalah tipe penyakit kuning yang  paling umum terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini sendiri terjadi akibat adanya kenaikan kadar tingkat bilirubin.

  • Kuning ASI

Kondisi kuning ASI biasanya terjadi pada  bayi non prematur dan  minum ASI di  usia  4 sampai dengan 7 hari. Kondisi  ini berlangsung sekitar  3  sampai dengan 10 minggu. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya komponen pada ASI yang bisa menghambat adanya pemecahan bilirubin. Salah satu penyebab lainnya adalah adanya warisan atau kondisi yang turun temurun dalam keluarga si bayi.

Bayi  yang mengalami kondisi kuning akibat kuning ASI mengalami peningkatan kadar bilirubin di hari yang ke 14. Akhirnya, kondisi akan membaik dengan sendirinya. Bunda jangan pernah  berhenti untuk menyusui asalkan tetap menyusui  dengan pola yang  benar  dengaan kondisi tingkat bilirubin  yang terus dipantau.

  • Bayi sakit kuning karena kurang mengkonsumsi  ASI

Bayi yang kurang mengkonsumsi air susu bayi akan mempengaruhi sistem pencernaannya. Gangguan dalam sistem pencernaan akan membuat bilirubin yang berada di dalam perut akan diserap kembali dalam aliran darah. Hal ini terjadi akibat bilirubin tidak bisa keluar bersama dengan kotoran yang dihasilkan oleh sistem pencernaan. Kurangnya konsumsi air susu ibu biasanya disebabkan oleh beberapa hal antara lain perlekatan yang tidak sempurna, ASI nya susah keluar dan diberikan pengganti air susu ibu  selama jeda proses menyusui di rumah  sakit.

Bayi yang mengkonsumsi ASI dan mengalami sakit kuning bisa dirawat dengan beberapa cara berikut:

  • Tingkatkan pola menyusui sebanyak 8 sampai dengan 12 kali dalam sehari. Peningkatan konsumsi ini akan bisa membuat sistem pencernaan berfungsi lebih baik sehingga bilirubin akan bisa ikut keluar bersamaan dengan kotoran.
  • Meminta bantuan konsultan menyusui untuk melakukan perlekatan dengan sempurna.
  • Berikan suplemen untuk meningkatkan produksi ASI.
  • Dalam kondisi kritis, proses menyusui akan dihentikan selama 1 hari. Tetap perah susu untuk menjaga produksi ASI.
  • Bawa bayi untuk mendapatkan perawatan fototerapi

Perawatan fototerapi biasanya akan diterapkan jika proses perawatan yang lain tidak juga berhasil. Selama proses berlangsung, lampu biru akan menyinari tubuh bayiuntuk memecah tingkat bilirubin. Pada akhirnya, bilirubin  ini bisa dikeluarkan dalam bentuk urin dan  juga tinja. Mata bayi akan ditutupi selama perawatan untuk melindungi mata bayi dari paparan cahaya. Selain itu, perawat  juga akan selalu memantau tanda vital organ bayi serta suhu tubuhnya. Tubuh  bayi akan dibalikkan beberapa kali agar terkena  cahaya biru dengan menyeluruh. Cairan bayi juga akan terus dipantau untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Baca Juga : Nama bayi Laki-Laki Arab keren daan Kekinian

 

Kondisi medis yang  membutuhkan penangan dengan segera:

  • Bayi kuning di usia 48 hari dan mengalami penyebaran demgan cepat di bagian perut bawah serta kaki. Penyakit kuning juga masih dialami setelah usia 14 hari.
  • Bayi sulit menyusui, tidak mengeluarkan kotoran

Cermati semua detil diatas untuk bisa menemukan hal yang paling tepat untuk cara mengatasi bayi  kuning.

Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *